Artikel Teknologi

Mengukur Kehebatan Website dengan SEO for Firefox

Ada banyak cara bagaimana mengukur Kehebatan Website. Pengalaman kami paling praktis menggunakan SEO*) for Firefox yang merupakan add-On browser Firefox.  Bisa di download melalui link sebagai berikut.  http://tools.seobook.com/firefox/seo-for-firefox.html

Hasil yang diperoleh, misalnya saya mengambil sampel website Departemen Agama RI (www.depag.go.id) pada tanggal 1 Nopember 2008.

Jika ingin detil dalam laporan grafik, bisa digunakan yang dimiliki Alexa.[ http://www.alexa.com/], seperti berikut:

——–

*) SEO (Search Engine Optimization) atau optimisasi mesin pencari adalah serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan volume dan kualitas trafik dari mesin pencari menuju alamat situs web tertentu dengan memanfaatkan mekanisme kerja alami algoritma mesin pencari tersebut (wikipedia).

Standar
Artikel Teknologi

Reqiurement Engineering

never_go_without_a_prototype

sumber gambar: http://i.f.alexander.users.btopenworld.com/reviews/robertsons2.htm

Reqiurement Engineering adalah bagian bahasan/Cabang dari Software Engineering.
Istilah software engineering, pertama kali digunakan pada akhir tahun 1950-an dan sekitar awal 1960-an. Pada tahun 1968, NATO menyelenggarakan konferensi tentang software engineering di Jerman dan kemudian dilanjutkan pada tahun 1969. Meski penggunaan kata software engineering dalam konferensi tersebut menimbulkan debat tajam tentang aspek engineering dari pengembangan perangkat lunak, banyak pihak yang menganggap konferensi tersebutlah yang menjadi awal tumbuhnya profesi rekayasa perangkat lunak. (Wikipedia)

Pengertian Reqiurement Engineering

Requirement adalah gambaran dari layanan-layanan dan batasan-batasan bagi sistem yang akan dibangun. Dalam pengertian terkait, Requirement adalah gambaran pelayanan dan batasan yang disediakan oleh sistem dan bisa berupa definisi matematis dari fungsi-fungsi sistem.

Beberapa hal yang perlu diketahui dalam proses requirement, yaitu:

  • Requirement tidak hanya ditulis oleh pembangun (developer), tapi sebelumnya justru ditulis oleh klien yang memesan software.
  • Klien menuliskan requirement dalam bentuk abstrak tentang kebutuhannya.
  • Kemudian requirement tersebut diserahkan kepada tim pembangun.
  • Setelah ada persetujuan, pembangun kemudian menuliskan kemampuan sistem yang bisa dipahami oleh klien.

Requirement berfungsi sebagai dasar penawaran suatu kontrak, sehingga proses requirement harus terbuka terhadap masukan dari klien. Selain menjadi dasar untuk penwaran, juga menjadi dasar dibuatnya kontrak, sehingga harus didefiniskan secara jelas atau detil.

Proses menemukan, menganalisis, mendokumentasikan dan pengujian layanan-layanan dan batasan tersebut disebut Requirement Engineering.

Requirements engineering adalah cabang dari software engineering yang mengurusi masalah yang berhubungan dengan: tujuan (dunia nyata), fungsi, dan batasan-batasan pada sistem software. Termasuk hubungan faktor-faktor tersebut dalam menetapkan spesifikasi yang tepat dari suatu software, proses evolusinya baik berhubungan dengan masalah waktu maupun dengan software lain. (Pengertian menurut Pamela Zave [Zave-97]: Romisatriawahono.net).

Metode Requirement

Beberapa metode yang perlu dipertimbangkan dalam proses Requirement, yaitu:

Interviews

Untuk mendapatkan informasi yang akurat, melakukan interview adalah satu hal yang sangat diperlukan. Sehingga persepsi yang keliru dalam rangka pengembangan sofware yang diinginkan menjadi berkurang.

Questionnaires

Semakin baik jika Questionnaires banyak melibatkan orang dan tersebar

Observation

Melakukan observasi adalah merupakan kegiatan melihat dari dekat kebutuhan klien di lapangan. Observasi yang baik menjadikan pengembangan software menjadi lebih tepat sasaran.

Searching

Carilah informasi sebanyak-banyaknya, karena informasi yang terbatas, cenderung tidak komprehensif dan bisa berakibat kekeliruan yang dapat menjadi masalah.

Macam-macam Requirement

Ada beberapa macam Requirement dilihat dari segi kebutuhannya, yaitu:

1. Kebutuhan pengguna (User requirement)

a) Berisi pernyataan atau gambaran tentang layanan yang disediakan oleh sistem dan tentang batasan-batasan operasionalnya.

b) Pernyataan atau gambaran ini dapat dilengkapi dengan gambar/diagram yang dapat mudah dimengerti oleh klien

User requirement menggambarkan functional dan non-functional requirement yang dapat dipahami oleh pengguna yang tidak memiliki latar belakang teknis yang cukup. Disini juga menjelaskan prilaku luar dari sistem, tidak secara teknis, karena itu perlu bahasa yang sederhana atau mudah dimengerti pada umumnya.

2. Kebutuhan sistem (System requirement)

a) Sekumpulan layanan/kemampuan sistem dan batasan-batasannya yang ditulis secara detil.

b) System requirement document sering disebut functional specification (spesifikasi fungsional), harus menjelaskan dengan tepat dan detil

c) Ini bisa berlaku sebagai kontrak antara klien dan pembangun.

Kebutuhan sistem merupakan deskripsi sistem yang lebih detil dari user requirement, ini bisa berlaku sebagai kontrak pembangunan sistem dan bisa terdiri dari macam model system seperti model object atau model data-flow. System requirement menyatakan apa yang harus dikerjakan sistem, dan bukan bagaimana sistem diimplementasikan.

­3.  A software design specification

Adalah gambaran yang masih abstrak dari rancangan sebuah software yang menjadi dasar bagi perancangan dan implementasi yang lebih detil.

Penyebab Kegagalan Pengembangan Software

Kegagalan dalam mengembangkan software tidak diinginkan semua pihak, baik pengembang ataupun klien. Pada umumnya kegagalan dalam pengembangan software disebabkan:­

  1. Tidak konsisten (inconsistent). Baik pihak pengembang atau klien jika kedua-duanya atau salah satunya tidak konsisten dalam melaksanakan kesepakatan yang sebelumnya sudah disetujui bersama, maka sistem yang akan atau sedang dikembangkan bisa terganggu atau bahkan bisa gagal. Sehingga sikap konsisten dari keduanya (pengembang dan klien) sangat diperlukan agar proyek pengembangan software menjadi sukses.
  2. Tidak lengkap (incomplete). Ketidaklengkapan bisa disebabkan karena kelalaian secara sengaja dan bisa juga tidak disengaja. Sehingga perlu adanya ketelitian. Dalam pengembangan sistem, kelengkapan prosedur, kelengkapan bagian/obyek dari software yang diinginkan klien, dan kelengkapan lainnya yang sudah menjadi kesepakatan harus dipenuhi untuk menghindari kegagalan.
  3. Tidak benar (incorrect) dari requirements specification (spesifikasi kebutuhan). Dalam mengembangkan software, ketidakbenaran dari spesifikasi kebutuhan hampir dipastikan pengembangan sofware menjadi amburadul dan sia-sia saja. Karena tidak nyambung. Apa yang dikerjakan dan apa yang diminta klien, tidak ketemu. Pengembangan software tidak berdasarkan dengan persepsi dan intuisi tetapi harus berdasarkan spesifikasi kebutuhan klien.

Demikian. Semoga bermanfaat.

Sumber:
­    Sommerville, Ian. “Software Engineering” .6th . Addison Wesley. 2001
­    http://dosen.amikom.ac.id
­    http://romisatriawahono.net
­    Kamus Wikipedia

Standar
Artikel Teknologi

Tren Terbaru Pengembangan Software (Software Development Life Cycle)

Tren terbaru pengembangan Software yang penulis amati adalah mengarah kepada web base. Dimana dengan penggunaan web base tersebut, maka software menjadi lebih lebih universal karena memeliki karakter multiple platform. Sebagai contoh yang kami angkat adalah perkembangan software akuntansi Zahir Accounting.  Yang pada saat ini merilis Zahir Report Server 5.1 dengan mengunakan aplikasi web based, yang memungkinkan melihat laporan dan grafik yang dihasilkan oleh Zahir Accounting melalui internet menggunakan web browser seperti Internet Explorer, Firefox dan Safari.

Download [ Tren-terbaru-pengembangan-software ]

Standar
Lain-Lain

Bertanya Kepada “Ahlinya”

Bertanya kepada “Ahlinya”
Anda jangan sampai salah dalam bertanya. Saat ini Jika Anda tidak jelas, mau belajar, tidak mengerti tanya kepada “ahlinya”. Siapa dia Ahlinya? dialah Google dan Wikipedia :).

Apa itu Google?

GOOGLE INDONESIA

Google dimulai sebagai sebuah proyek pencarian pada Januari 1996 oleh Larry Page dan Sergey Brin, dua mahasiswa Ph. D. di Universitas Stanford, California. Mereka menghipotesiskan bahwa sebuah mesin pencari yang menganalisa pereratan antara website dapat menghasilkan hasil yang lebih baik daripada teknik yang sudah ada, yang menilai hasil berdasarkan jumlah pencarian tersebut muncul pada sebuah halaman.

Mesin pencari mereka disebut “BackRub” karena pranala kembali sistemnya dapat memperkirakan pentingya sebuah situs. Sebuah mesin pencari kecil bernama Rankdex telah menggunakan strategi yang sama. Diyakini bahwa halaman dengan pranala lebih banyak dari halaman web yang relevan merupakan halaman paling relevan yang dikaitkan dengan pencarian, Page dan Brin menguji tesis mereka sebagai bagian dari pembelajaran mereka, dan mendirikan tumpuan untuk mesin pencari mereka.

Aslinya, mesin pencari tersebut menggunakan website Universitas Stanford dengan domain google.stanford.edu. Domain google.com diregistrasikan tanggal 15 September 1997, dan perusahaan ini berdiri dengan nama Google Inc. tanggal 7 September 1998 pada sebuah garasi rumah di Menlo Park, California. Investasi awal yang diperoleh untuk perusahaan baru ini bernilai hampir $1,1 juta, termasuk sebuah cek senilai $100.000 dari Andy Bechtolsheim, salah seorang pendiri Sun Microsystems.

Bulan Maret 1998, perusahaan ini memindahkan kantornya ke Palo Alto, rumah bagi beberapa perusahaan teknologi di Silicon Valley. Setelah tumbuh melampaui dua situs lainnya, perusahaan ini menyewa sebuah komplek bangunan di 1600 Ampitheatre Parkway, Mountain View dari Silicon Graphics (SGI) pada tahun 2003. Google telah menetap di lokasi itu hingga saat ini, dan komplek ini mulai dikenal sebagai Googleplex (plesetan dari kata googolplex, angka 1 yang diikuti oleh seratus nol). Tahun 2006, Google membeli properti dari SGI sebesar $319 juta.

Halaman utama Google menampilkan desain sederhana yang telah membantu mempopulerkannya.

Mesin pencari Google menarik perhatian jumlah pengguna Internet yang terus meningkat, yang menyukai desain sederhana dan penggunaannya.Pada tahun 2000, Google mulai menjual iklan yang dikaitkan dengan kata kunci pencarian. Iklan tersebut hanya berupa teks polos untuk menjaga sebuah desain halaman yang teratur dan untuk meningkatkan kecepatan pemunculan halaman. Kata kunci dijual berdasarkan pada kombinasi tawaran harga dan jumlah klik, dengan penawaran dimulai pada 5 sen (US$) per klik. Model penjualan iklan kata kunci dirintis oleh Goto.com (akhirnya mengubah nama menjadi Overture Services, sebelum diambil alih oleh Yahoo! dan diganti merek menjadi Yahoo! Search Marketing). Sementara berbagai pesaing dot-comnya gagal dalam pasaran Internet baru, Google memperkuat pengaruhnya untuk meningkatkan pendapatan.

Nama “Google” berasal dari ucapan “googol” yang salah, yang merujuk pada 10100 (angka yang itunjukkan oleh 1 yang diikuti oleh seratus nol). Setelah kata ini menjadi ucapan sehari-hari, kata “google”, dimasukkan dalam Merriam Webster Collegiate Dictionary dan Oxford English Dictionary pada 2006, yang berarti “menggunakan mesin pencari Google untuk memperoleh informasi di Internet.”

Google dikenal luas karena layanan pencarian webnya, yang mana merupakan sebuah faktor besar dari kesuksesan perusahaan ini. Pada Agustus 2007, Google merupakan mesin pencari di web yang paling sering digunakan dengan saham pasaran sebanyak 53,6%, kemudian Yahoo! (19,9%) dan Live Search (12,9%). Google memiliki milyaran halaman web, sehingga pengguna dapat mencari informasi yang mereka inginkan, melalui penggunaan kata kunci dan operator. Google juga telah menggunakan teknologi Pencarian Web pada layanan pencarian lainnya, termasuk, Pencarian Gambar, Google News, situs perbandingan harga Google Product Search, arsip Usenet interaktif Google Groups, Google Maps dan lainnya.

Apa itu Wikipedia?

WIKIPEDIA

Wikipedia merupakan ensiklopedia isi bebas yang dimulai pada tahun 2001 (versi bahasa Indonesia dimulai pada tahun 2003). Artikel-artikel di Wikipedia merupakan hasil kolaborasi oleh para penyumbangsih dari seluruh dunia. Situs ini merupakan situs wiki, yang berarti siapapun dapat menyunting artikel, memperbaiki dan menambahkan informasi, hanya dengan mengklik pranala sunting yang berada di atas setiap halaman.

Wikipedia merupakan merek dagang dari Wikimedia Foundation, Inc. yang juga telah membuat keseluruhan keluarga Wikipedia, antara lain Wikiquote, Wiktionary, Wikisource, Wikibooks dan Wikinews. Di Wikipedia dan proyeknya yang lain, Anda diharapkan berani menyunting, dan turut menyumbangkan pengetahuan di bidang yang Anda minati.

Wikipedia dimulai pada 15 Januari 2001 oleh Jimmy Wales, Larry Sanger, dan beberapa kolaborator antusias bahasa Inggris. Kini ada 13.000 kontributor aktif yang mengerjakan 7.000.000 artikel dalam lebih dari 250 bahasa. Saat ini terdapat 87.144 artikel dalam bahasa Indonesia; setiap harinya ratusan ribu pengunjung dari seluruh dunia membuat puluhan ribu suntingan dan membuat ribuan artikel baru di Wikipedia berbahasa Inggris.

Sumber: Wikipedia

Standar
Artikel Teknologi

Web 2.0 to 3.0

Radarnetworks.com menggambarkan perkembangan teknologi wab dari masa ke masa. Didalamnya dijelaskan bahwa Web 3.0  ada pada kurun waktu 2010 s.d. 2030, sedangkan Web 2.0 adalah teknologi web yang sedang berjalan pada saat ini, dia ada pada kurun waktu 2000 – 2010. Berikut keterangan lengkapnya:

Web 3.0 menggunakan Web Semantik. Dijelaskan dalam Wikipedia seperti berikut: Web semantik merujuk kepada kemampuan aplikasi komputer untuk lebih memahami bahasa manusia, bukan hanya bahasa yang baku dari para penggunanya tetapi juga bahasa yang lebih kompleks, seperti dalam bahasa percakapan sehingga memudahkan penggunanya untuk berkomunikasi dengan mesin. Web semantik dapat mengolah bahasa dan mengenali homonim, sinonim, atau atribut yang berbeda pada suatu database.

Istilah web semantik itu sendiri diperkenalkan oleh Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web. Sekarang, prinsip web semantik disebut-sebut akan muncul pada Web 3.0, generasi ketiga dari World Wide Web. Bahkan Web 3.0 itu sendiri sering disamakan dengan web semantik. Web semantik menggunakan XML, XMLS (XML Schema), RDF, RDFS (Resources Description Network Scema) dan OWL.

Tim Berners-Lee berkata:
”People keep asking what Web 3.0 is. I think maybe when you’ve got an overlay of scalable vector graphics – everything rippling and folding and looking misty – on Web 2.0 and access to a semantic Web integrated across a huge space of data, you’ll have access to an unbelievable data resource”

Standar
Artikel Teknologi

WEB 2.0 | Sebuah Fenomena Global

What is Web 2.0? Why do I care? What do I do about it?” Pertanyaan yang
sangat menarik tentang teknologi Web 2.0, kami temukan di situs Internet
http://www.troyangrignon.com.

Web 2.0 adalah sebuah istilah yang dicetuskan pertama kali oleh O’Reilly Media pada tahun 2003, dan dipopulerkan pada konferensi web 2.0 pertama di tahun 2004. Banyak definisi yang dikaitkan dengan web 2.0, tapi umumnya tidak lengkap dan sebagian terlalu teknis. Menurut praktisi internet menyerdehanakanya bahwa Web 2.0 adalah sebuah aplikasi berbasis web yang memungkinkan penggunanya untuk merancang dan mengatur sebuah website meskipun dengan pengalaman pemograman yang masih sangat terbatas. Ada juga yang mengatakan bahwa Web 2.0 lebih menekankan pada social network antara penggunanya seperti dunia Blog.

Jika kita mengacu Tim Oreilly, istilah Web 2.0 didefinisikan sebagai berikut: “Web 2.0 adalah sebuah revolusi bisnis di dalam industri komputer yang terjadi akibat pergerakan ke internet sebagai platform, dan suatu usaha untuk mengerti aturan‐aturan agar sukses di platform tersebut. ”

Untuk melengkapi pengertian Web 2.0, berikut ini Kutipan dari situs dengan alamat: http://www.troyangrignon.com/blog/_archives/2006/11/6/2478360.html

Yang menjelaskan beberapa istilah terkait dengan definisi Web 2.0 :

  • Collaboration: the first theme is about people working together, collaborating, to create software, content, communities, art, music, literature, and a multitude of other things. Web 2.0 tools and applications support this type of interaction at their core.
  • Conversation: There is a conversation happening and it’s not just happening in your corporate website forum. It is happening on blogs. It is public conversation about politics, business, social issues, and anything else you can imagine, including your company. Tools are developing rapidly in this area and we have a long way to go, but these are exciting times. There is a conversation going on
    right now that you could contribute to or learn from. What are you waiting for? Join in!
  • Community: We have had online communities now for at least fifteen years or more. But the tools for building online communities are now becoming more widespread and communities are forming around every imaginable (an unimaginable) subject, product, and industry. If you are looking for your “tribe”, they are probably out there somewhere.
  • Connection: we are building messaging systems that now connect people to people, people to machines, and machines to machines. The names of these systems are not important but their function is.
  • Content Creation: It turns out that if you give people the tools to create “stuff”, they do just that. In fact, they create so much stuff that it quite frankly upsets our assumptions about who in our society are the creators and who are the consumers.
  • Cumulative Learning: think of cumulative learning as peer reviewed journals for every person on the planet with internet access. People can now build on the knowledge of others (through the miracles of search and wikis) faster than at any time in history.
  • Collective Intelligence: In certain conditions, it turns out that groups of people are smarter than individuals. This is counter‐intuitive and odd but apparently true.
  • Change of scale: Web 2.0 companies can scale up fast. Because of the spread of broadband internet and the sheer number of people on the internet, we are seeing key measures (number of users, time to market, time to exit) that are quite extraordinary.
  • Core values: Openness, transparency, and a respect for users are three core values that seem to permeate Web 2.0 definitions and discussions.
  • Cheap and Fast: A lot of what is possible with Web 2.0 is that developers can build applications cheap and fast and entrepreneurs can do the same.

Dari beberapa definisi diatas, semakin jelas bahwa Web 2.0 merupakan tuntutan global yang tidak terelakkan. Bahwa memang perkembangan Web 2.0 adalah sebuah evolusi teknologi yang kita harus peduli karena jika tidak, maka yang terjadi ketertinggalan dan mengingkari siklus berkembangnya teknologi web.

Keterkaitan Web 2.0 dengan Globalisasi tersebut, ada baiknya melihat Teori globalisasi yang dikemukakan oleh Thomas L.Friedman dalam bukunya “The World is Flat” disebutkan bahwa Web 2.0 masuk dalam globalisasi era ketiga.

Apa bedanya dengan Web 1.0?

Jika Web 1.0 masih mementingkan satu pihak, maka dengan Web 2.0 bisa berbuat lebih. Web 2.0 memungkinkan user dapat berkomunikasi dan bahkan ‘masuk’ ke dalam sistem untuk membentuk jejaring sosial di internet. Beberapa contoh Web 2.0 yang berkembang saat ini adalah eBay.com, Youtube.com, Friendster.com, Myspace.com, dan lain‐lain. Mungkin juga sudah mendengar tentang Blog, Wiki, RSS dan VoIP yang merupakan bentuk dari Web 2.0 juga.

Prinsip‐Prinsip Web 2.0

Beberapa prinsip‐prinsip Web 2.0 adalah:

  1. Web sebagai platform
  2. Data sebagai pengendali utama
  3. Efek jaringan diciptakan oleh arsitektur partisipasi
  4. Inovasi dalam perakitan sistem serta situs disusun dengan menyatukan fitur dari pengembang yang terdistribusi dan independen (semacam model pengembangan “open source”)
  5. Model bisnis yang ringan, yang dikembangkan dengan gabungan isi dan layanan
  6. Akhir dari siklus peluncuran (release cycle) perangkat lunak
  7. Mudah untuk digunakan dan diadopsi oleh user
Sumber:
1. Wikipedia
2. http://www.troyangrignon.com
3. http://id.shvoong.com/internet‐and‐technologies/
Standar
Artikel Teknologi

Tentang RSS Feed

rss

RSS adalah sebuah file berformat XML untuk sindikasi yang telah digunakan (diantaranya dan kebanyakan) situs web berita dan weblog. Singkatan ini biasanya mengarah ke beberapa protokol:

* Rich Site Summary (RSS 0.91)
* RDF Site Summary (RSS 0.9 and 1.0)
* Really Simple Syndication (RSS 2.0)

Teknologi yang dibangun dengan RSS mengijinkan kita untuk berlangganan kepada situs web yang menyediakan umpan (feed) RSS, biasanya situs web yang isinya selalu diganti secara reguler. Untuk memanfaatkan teknologi ini kita membutuhkan layanan pengumpul. Pengumpul bisa dibayangkan sebagai kotak surat pribadi. Kita kemudian dapat mendaftar ke situs yang ingin kita tahu perubahannya. Namun, berbeda dengan langganan koran atau majalah, untuk berlangganan RSS tidak diperlukan biaya, gratis. Tapi, kita biasanya hanya mendapatkan satu baris atau sebuah pengantar dari isi situs berikut alamat terkait untuk membaca isi lengkap artikelnya.

Contoh RSS Feed sebagai berikut: https://akromabdullah.wordpress.com/feed/

Contoh Script RSS:

<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="2.0">
<channel>
  <title>W3Schools Home Page</title>
  <link>http://www.w3schools.com</link>
  <description>Free web building tutorials</description>
  <item>
    <title>RSS Tutorial</title>
    <link>http://www.w3schools.com/rss</link>
    <description>New RSS tutorial on W3Schools</description>
    <source url="http://www.w3schools.com">W3Schools.com</source>
  </item>
</channel>
</rss>
sumber :
http://www.w3schools.com
http://id.wikipedia.org/wiki/RSS

					
Standar